ASD Digital – Ketika berbiicara tentang teknik pemotongan digital, ada beberapa pilihan penggunaan dan cara. Teknik-teknik ini bagus digunakan dalam proses produksi. Untuk kali ini akan dibahas antara laser cutting vs waterjet sebagai teknik dan cara pemotongannya.

Kedua cara ini bukanlah hal baru, hanya memang untuk waterjet tidak sepopuler dari laser cutting. Disini akan coba ditulis perbandingan dari keduanya, dan mana yang lebih tepat untuk memotong bahan apa.

Bagaimana Laser Cutting Bekerja?

Laser cutting bekerja menggunakan teknik dari fokus laser untuk memotong maupun melakukan grafir (engraver). Sinar yang dipandu melintasi cermin dengan menggunakan gas sebagai tenaga. Dalam hal ini yang dibahas adalah tentang CO2 laser, karena ini adalah mesin yang umum dipergunakan.

Saat bahan terkena sinar laser ini maka, maka panasnya dapat memotong dan “membakar” lembaran bahan tersebut dengan akurat. Itu sebabnya untuk jenis CO2 laser ini menggunakan tabung sebagai sumber tenaganya.

CO2 Laser Cutting Vs Waterjet

Kiri waterjet, kanan CO2 laser

Lalu Bagaimana Waterjet Bekerja?

Waterjet cutting adalah teknik lain yang berbeda, dengan menggunakan air yang memiliki tekanan sangat tinggi. Air dengan tekanan yang sangat tinggi ini berfokus pada titik yang sangat kecil untuk memotong bahan.

Air pada mesin tersebut dapat dicampur menggunakan pasir Silica atau garnet yang dapat meningkatkan kemungkinan pemotongannya. Dalam arti toleransi pemotongan lebih pasti hasilnya.

Apa Yang Dapat Dilakukan Dengan Laser Cutting Dan Waterjet?

Laser cutting dapat melakukan proses grafir dan pemotongan dengan sama baiknya. Grafir adalah kelebihannya, karena untuk waterjet sendiri tidak dapat melakukan hal tersebut. Hasil kerja dengan mesin ini juga lebih presisi dan akurat, baik dalam hal grafir atau memotong.

Sedangkan untuk waterjet meskipun tidak diperuntukkan untuk memotong dengan bentuk 3D, tetapi dapat melakukannya. Sedangkan laser cutting tidak bisa melakukan pemotongan dengan pola 3D.

Singkatnya, kedua teknik ini sebagian besar digunakan untuk memotong objek 2D, dan laser cutting juga dapat melakukan ukiran.

Baca juga: Tabung Laser CO2 Dan Laser Generator

Jenis Bahan Dan Ketebalan Yang Dapat Dikerjakan

Laser cutting dan waterjet dapat memotong bahan yang agak sulit. Laser cutting dapat memotong berbagai bahan seperti semua jenis plastik, kayu, acrylic, kulit / leather, bahan metal (CO2 laser tertentu).

Sedangkan untuk waterjet dapat memotong semua jenis logam yang lebih tebal. Bahkan dibandingkan dengan fiber laser untuk ketebalan yang dapat dipotong masih bisa lebih tebal lagi. Contoh seperti bahan stainless, baja ringan, aluminium, dll.

Grafir CO2 Laser

Grafir CO2 Laser

Tingkat Presisi

Untuk hal ini laser cutting jauh lebih presisi dibandingkan dengan waterjet. Toleransi hasil pemotongan keduanya juga berbeda, karena tingkat ketepatan dari laser yang lebih baik dibandingkan dengan waterjet.

Dapatkah Merusak Bahan Yang Dipotong?

Keduanya tetap memiliki resiko tersendiri, apalagi jika pengerjaan pada beberapa jenis bahan tertentu. Sebagai contoh, ketika penngerjaan pada bahan kayu atau kulit dengan menggunakan laser cutting, maka akan menimbulkan efek gosong. Sehingga perlu dilakukan cara manual untuk menghilangkan bekas kehitaman hasil dari pemotongan atau grafirnya.

Artikel lainnya: Mesin Laser Cutting Metal dan Non-metal

Sedangkan waterjet meskipun tidak menggunakan panas yang dapat membuat gosong, tetapi dapat membuat kerusakan kecil pada sisinya. Bahkan terkadang ada beberapa bagian yang tidak tembus ketika dilakukan proses pemotongan.

Pemeliharaan, Resiko, Dan Masalah Lain

Laser cutting lebih minim permasalahan dibandingkan dengan waterjet, tidak menimbulkan limbah. Tetapi resikonya adalah asap hasil dari pembakaran yang dapat menyebabkan polusi dan gangguan kesehatan. Sehingga penting untuk menggunakan mesin laser cutting pada ruangan dengan aliran udara yang baik.

Dan sangat disarankan untuk operator laser cutting menggunakan masker. Karena terkadang beberapa jenis bahan yang dikerjakan akan menghasilkan asap yang tidak sedikit.

Dengan laser cutting juga tidak perlu terlalu repot untuk membersihkan mesin, karena debu dan kotoran sebagian besar sudah terhisap vacum. Namun dengan catatan, itu jika vacum dinyalakan ketika proses kerja berlangsung.

Fiber Laser

Fiber Laser

Sebaliknya untuk waterjet, tidak menghasilkan polusi udara, tetapi polusi suara yang sangat tinggi. Karena proses kerja yang sangat bising dan membutuhkan penutup telinga.

Terlebih perlindungan akibat tekanan air yang sangat tinggi (gear, cover, dll). Selain itu juga limbah yang dihasilkan lumayan banyak, dan area pemotongan menjadi sangat berantakan.

Kesimpulan, Mana Yang Lebih Baik?

Ini kembali lagi kepada kebutuhan, apa yang akan dikerjakan? Lalu desain seperti apa yang ingin diaplikasikan pada bahan?



Singkatnya, laser cutting digunakan untuk pengerjaan pada desain yang membutuhkan tingkat kepresisian yang tinggi. Atau jika ingin melakukan proses grafir (engraver), maka lebih tepat menggunakan cara ini.

Sedangkan untuk waterjet lebih pas digunakan ketika ingin memotong material bahan yang sangat tebal. Khusus untuk waterjet ini perlu diperhatikan juga lokasi tempat dimana mesin yang digunakan. Mengingat suara yang sangat bising akan mengganggu jika berada di lingkungan pemukiman.

Demikian informasi mengenai 5 perbedaan CO2 laser cutting vs waterjet ini, semoga dapat menambah pengetahuan.

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This
WhatsApp us