ASD Digital – Teknik penjlidan buku dapat dilakukan dalam beberapa cara, namun tidak bersifat mutlak. Beberapa teknik ini dapat dikombinasikan antara satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh untuk buku yang sangat tebal, bisa dikombinasikan antara jilid benang, lem panas, dan sebagainya.

Hal yang dapat mempengaruhi penjilidan buku, yaitu budget dan ketebalannya bahan yang akan di jilid. Perlu di ingat, penjlidan ini bisa berpengaruh terhadap nilai jual dan brand image dari buku itu sendiri.

Berikut adalah 6 cara penjilidan buku yang populer dan umum digunakan dalam bidang percetakan.

1. Loop Stitching

Loop Stitching

Loop Stitching

Teknik jilid ini pada prinsipnya hampir sama dengan saddle stitching. Bedanya, yaitu pada bagian luar buku, kawatnya melengkung membentuk suatu lubang. Fungsi kawat melengkung yang berlubang itu agar buku bisa dimasukkan dalam binder yang besar.

Biasanya, jenis jilid ini dipakai di sebuah perusahaan yang mempunyai katalog banyak dan dikoleksi dalam satu binder.

2. Jilid Kawat (Saddle Stitching)

Saddle Stitching

Saddle Stitching

Tenik jilid kawat merupakan teknik jilid yang paling gampang dilakukan di dalam penjilidan buku. Teknik ini disebut juga dengan jilid kawat. Teknik jilid ini biasa digunakan untuk menjilid buku atau dokumen dengan ketebalan yang tipis antara 4-80 halaman.

Dokumen yang dicetak dengan menggunakan teknik jilid kawat pada bagian tengah harus mempunyai kelipatan empat, jika tidak maka akan ada halaman yang kosong.Kenapa harus kelipatan 4? Karena kertas pada buku itu dilipat menjadi dua bagian lalu dijilid kawat di bagian tengahnya.

Baca juga: 16 Jenis Bahan Kertas Pada Percetakan

3. Side Stitching / Sewn

Side Stitching Sewn

Side Sewn

Teknik jilid ini dapat menggunakan bahan kawat atau benang. Berbeda dengan saddle stitching, proses jilid dilakukan dengan menjahit atau men-staples dari bagian sisi depan hingga tembus ke bagian belakang buku. Teknik ini dapat digunakan untuk menjilid dokumen yang lebih tebal.

4. Jilid Benang (Sewn Binding)

Sewn Binding

Sewn Binding

Teknik penjilidan dengan menggunakan benang sering digunakan untuk keperluan cetak buku dengan hard cover. Jumlah halaman yang dijahit dengan menggunakan benang tergantung pada ketebalan kertas (gramatur).

Semakin besar gramatur, maka semakin sedikit jumlah halaman yang dijahit. Seperti halnya saddle stitching, teknik sewn binding ini mempunyai jumlah halaman kelipatan empat karena buku terdiri dari kertas yang dilipat dan dijahit di bagian tengahnya.

Artikel lainnya: Mesin Cetak Offset dan Penjelasan Lengkap

5. Jilid Lem Panas (Perfect Binding)

Perfect Binding

Perfect Binding

Teknik jilid lem panas, sering digunakan untuk menjilid buku yang tebal. Kelebihan teknik jilid lem panas yaitu lebih kuat dibanding teknik jilid yang lain. Jilid lem panas, dapat dikombinasikan dengan teknik jilid lain, yaitu jilid benang atau jilid kawat.

6. Tape Binding

Tape Binding

Tape Binding

Teknik jilid ini menggunakan tape atau lakban hitam yang ditempel pada bagian tepi buku. Harga jilid ini cukup murah dan sering digunakan oleh anak-anak kuliah atau orang yang ingin menghemat biaya. Kelemahan dari teknik tape binding yaitu tidak awet alias mudah lepas jika lakbannya kurang lengket.

Demikian informasi mengenai 6 penjlidan buku dalam bidang percetakan, semoga dapat membantu.

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This
WhatsApp us