ASD Digital – Dalam bidang  percetakan tidak hanya mengenai teknik dan cara cetak saja, termasuk juga hasilnya. Ada juga jenis finishing setelah melakukan proses cetak sebagai sebagai penyelesaian akhir.

Proses akhir ini umumnya agar hasil cetak lebih menarik, dan juga tahan lama. Ada berbagai macam jenis finishing yang bisa diaplikasikan pada cetak offset maupun digital. Dan karena banyak macamnya ini, perlu diketahui tentang karakteristik dari jenis finishing ini.

Untuk jenisnya sendiri adalah sebagai berikut.

Laminating Doff dan Glossy

Laminating atau laminasi sendiri adalah pelapisan dari hasil cetak dengan menggunakan plastik khusus. Ini berfungsi selain sebagai membuat tampilan lebih menarik, juga membuat hasil cetak menjadi lebih tahan lama.

Laminating doff memiliki tekstur yang lembut, namun tidak terlalu mengkilap dan terlihat lebih natural. Biasanya diaplikasikan pada kartu naman, sticker, pin, dan lainnya.

Laminating glossy memiliki permukaan yang lebih licin dan kilap. Jadi berbanding terbalik dengan doff, pengaplikasiannya lebih banyak pada sticker, brosur, flyer, dan sejenisnya.

Baca juga: Perbedaan Cetak Offset VS Digital Printing

Soft dan Hard Cover

Ini adalah jenis cover dari buku atau majalah dengan menggunakan bahan karton. Untuk bahan karton sendiri ada beberapa macam, yang disesuaikan dengan karakteristiknya.

Untuk hard cover bahannya lebih kaku dan keras, umumnya menggunakan karton tebal yang dilapis duplex atau dengan board paper. Sedangkan Soft cover biasanya menggunakan bahan tipis seperti mika atau karton.

Untuk beberapa cetakan buku seperti majalah atau novel biasannya menggunakan art carton sebagai cover.

Numerator dan Porforator

Numerator dan porforator mungkin mungkin agak asing di dengar, tetapi ini juga termasuk dalam jenis finishing dari hasil cetak.

Numerator biasanya menjadi satu dengan mesin cetak dan digunakan untuk membuat halaman pada buku secara otomatis. Selain untuk halaman buku, numerator juga berguna untuk memberi nomor seri pada nota, faktur, kwitansi, tiket dan lain sebagainya.

Sedangkan porforator adalah mesin cacah yang berguna untuk melubangi kertas. Lubang yang dibuat mesin ini bisa dalam ukuran kecil namun berderet. Contohnya bisa kita lihat pada lubang-lubang kecil di karcis, lubang-lubang itu dibuat dengan porforator agar tiket mudah disobek.

Baca juga: Mesin Cetak Offset dan Penjelasan Lengkap

Emboss, Deboss dan Poly

Emboss dan deboss adalah proses menatah kertas, atau membuat kertas jadi bertekstur. Dengan emboss, bagian tertentu pada kertas akan terasa timbul. Embos biasanya terdapat pada cover buku, majalah, katalog perusahaan, dll.

Sebaliknya, deboss adalah teknik yang membuat kertas cetakan jadi terasa tenggelam. Bisa dibilang deboss adalah kebalikan dari emboss. Poly sendiri menjadikan area tertentu seperti huruf pada judul buku menjadi mengkilat warna perak atau emas.

Spot UV dan Varnish

Spot UV bertujuan untuk menghasilkan permukaan yang mengkilat pada area tertentu, seperti pada judul buku, gambar pada cover dan area tertentu lainnya.

Bedanya dengan laminasi adalah, proses pelapisan ini menggunakan bahan cairan. Teknik ini memberikan efek yang nyaris sama pada kertas, karena spot UV dan varnish sama-sama menghasilkan efek doff atau glossy pada kertas.

Perbedaannya adalah cairan untuk teknik spot UV bereaksi pada sinar Ultra Violet (UV), sedangkan varnish bereaksi pada suhu panas.

Penjilidan

Ada banyak sekali jenis penjilidan untuk proses finishing. Jenis penjilidan yang umum dipakai adalah jilid lem panas atau bending, jilid spiral, dan jahit kawat atau staples. Masing-masing memiliki teknik berbeda dan kadang hanya cocok pada jenis cetakan tertentu.

Jilid lem panas atau bending, cocok untuk buku tebal seperti novel, buku tahunan, skripsi, katalog, atau buku paket pelajaran. Sedangkan jilid spiral biasa digunakan untuk cetakan yang hanya beberapa halaman seperti makalah, buku notes, binder, atau proposal.

Baca juga: 6 Penjilidan Buku Dalam Bidang Percetakan

Pond dan Die Cut

Pond merupakan teknik untuk memotong kertas sesuai bentuk yang diinginkan, biasanya tergantung pada desain yang dicetak.  Proses pemotongannya dengan mesin khusus dengan menggunakan pisau pond yang bisa diatur agar mengikuti bentuk desain yang diinginkan, misalnya. bentuk lingkaran, oval, dan lain sebagainya.

Die cut merupakan teknik untuk memotong kertas sesuai bentuk yang diinginkan, biasanya tergantung pada desain yang dicetak. Proses pemotongannya dengan mesin khusus yang bisa diatur agar mengikuti bentuk desain yang diinginkan. Finishing die cut biasa digunakan untuk hasil cetakan stiker, kartu undangan, kartu ucapan, atau booklet dengan bentuk yang unik.

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

WhatsApp us